https://betwin188.online/

5 Hal yang Perlu Kamu Pahami, Saat Hubungan Kalian Tak Seromantis Awal Jadian

Romantisme menjadi salah satu pertanda bahwa hubungan kalian hangat dan baik-baik saja. Sebuah kalimat atau sebuah sikap bisa mendefinisikan makna romantis ini. Apalagi di awal menjalin hubungan, keromantisan ini bisa jadi satu hal yang mendorong hubungan kalian berjalan.
Namun semakin hari, kamu merasa sikap romantisnya semakin berkurang. Kamu menjadi ragu apakah rasa sayangnya kepadamu pun ikut berkurang atau mungkin memperhatikanmu tak lagi menjadi sebuah hal yang penting. Dikutip betwin188 Sebelum kamu menyimpulkan prasangka yang macam-macam, 5 hal ini perlu kamu ketahui kenapa kamu merasa dia tak seromantis dulu.
1. Karena sudah semakin mengenal satu sama lain, nggak ada yang seseru ngobrol di awal hubungan
Masih ingat zaman pdkt dulu? Rasanya setiap obrolanmu dan dia begitu hangat. Ada keromantisan yang terjalin di setiap topik yang kalian bahas. Memperlihatkan keingintahuan masing-masing tentang apa yang diceritakan oleh pasangan. Mungkin menjadi salah satu hal yang selalu kamu inginkan. Namun kini, semakin lama hubungan kalian berjalan, hal-hal yang terasa romantis seperti itu tak lagi kamu rasakan. Obrolan-obrolan hangat dan penuh semangat saat menceritakannya tak lagi kamu dengar. Kamu merasa dia tak lagi romantis saat ini.
Padahal bukan karena dia tak romatis lagi, tapi semakin kalian mengenal tak ada lagi yang harus diobrolkan panjang lebar seperti di awal. Bahkan tanpa dibicarakan spun kalian udah saling merasakan perasaan pasangan. Tak harus mendengar terlebih dahulu, tapi kamu sudah tau apa yang harus dilakukan, begitu pun dia. Jadi bukan romantisnya yang hilang, cuma caranya saja yang berbeda. Bukankah memahami pasangan masing-masing tanpa kata justru lebih romantis?
2. Kalimat “aku sayang kamu” atau “i love you” yang dulu malu-malu diucapkan, kini udah jadi salah satu rutinitas sehari-hari
Hal romantis lainnya yang dulu sempat membuat hatimu terasa hangat adalah saat ia menyatakan kalimat “aku sayang kamu” atau “i love you“. Dulu, kata tersebut sangat sulit diucapkan. Butuh keberanian besar untuk menyatakannya. Sehingga kalimat itu terasa begitu romantis.
Tapi kini, kalimat seperti itu sudah biasa kamu dengar, bahkan setiap hari. Setiap pagi atau sebelum tidur, kamu dan dia sering mengucapkan “aku sayang kamu”. Kamu tak perlu lagi menunggu kapan dia akan mengucapkan hal itu. Makanya, kamu merasa kalau romantisme dalam hubunganmu semakin berkurang.
3. Hubungan yang semakin dewasa dan realistis, lebih mementingkan ketemuan daripada telponan atau chatting sampai pagi
Dulu, dimana pun dan kapan pun, gawaimu selalu sibuk dengan pesan atau telpon darinya. Setiap ada pesan yang masuk, saat itu pula kamu langsung membalasnya. Bahkan telponan menjadi rutinitas sebelum tidur di awal hubungan dulu. Nggak jarang, kalian bisa sampai lupa waktu dan tetap berkomunikasi hingga pagi. Rasanya begitu romantis, bukan?
Tapi kini, jangankan telponan sampai pagi, pesanmu saja dibalas seenaknya. Kadang berjam-jam kemudian baru dibalas. Bukan berarti dia tak lagi romantis. Hanya saja, hubungan kalian telah memasuki level yang lebih dewasa dan realistis. Di tengah kesibukanmu ataupun dia, kalian harus sama-sama memahami bahwa kehidupan tak segampang dulu lagi. Kini kalian harus lebih mandiri, bekerja dan menghidupi diri sendiri, dan menabung untuk masa depan nanti. Bukankah, sekarang intensitas ketemuan justru lebih sering daripada dulu? Karena pasanganmu merasa lebih penting menghabiskan waktu berdua dari pada saling mengirim pesan atau telponan sampai pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *